Senin, 20 Januari 2014

geografi~ LAPORAN JUMLAH KEMATIAN DI KELURAHAN SUSUKAN PADA TAHUN 2009-2013

LAPORAN JUMLAH KEMATIAN DI KELURAHAN SUSUKAN PADA TAHUN 2009-2013




KELOMPOK PETA :
·         DONI ERWANTO               (12)
·         HELDA SUNDARI              (17)
·         KARIMA WIDYAPUSPA  (19)
·         NINGRUM HANDAYANI (29)
·         NURUL HASANAH                        (30)


SMA NEGERI 58 JAKARTA
Jl.Raya Ciracas Kelurahan Ciracas Kecamatan Ciracas
Kotamadya Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta
Tahun Ajaran 2013/2014
LEMBAR PENILAIAN/PENGESAHAN

Kolom penilaian makalah
Menarik
Isinya
Relevan
Tepat
Waktu
Isinya
Berstruktur
Penyajiannya
Dapat dimengerti
Total
Nilai








Kolom penilaian individu
Nama
Rincian Tugas
Penilaian Kerja
Nilai Makalah
Total Nilai
Doni Erwanto
Cara mengatasi jumlah kematian



Helda Sundari
Deskripsi lokasi penelitian, jumlah kematian



Karima Widyapuspa
Latar belakang masalah




Ningrum Handayani
Lampiran, jumlah kematian, faktor penyebab kematian



Nurul Hasanah
Faktor penyebab kematian, jumlah kematian




Kolom Pengesahan
Hari/tanggal pengesahan
Tertanda guru mata pelajaran geografi








KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, kami dari kelompok Peta dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah mengenai Jumlah Kematian yang kami ketahui dari Kelurahan Susukan.
            Tak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada pegawai Kelurahan Susukan dan media internet yang telah membantu kami.
            Kami berharap, tugas karya ilmiah ini sangat bermanfaat bagi pembaca. Kami memuat berbagai macam informasi yang telah dicantumkan di karya ilmiah ini. Apabila ada kesalahan dalam karya ilmiah ini mohon dimaafkan. Terima Kasih….




Jakarta, 29 November 2013


(Kelompok Peta)







DAFTAR ISI

Halaman Judul…………………………………………………………………………i
Lembar Penilaian atau pengesahan…………………………………………………. .ii
Kata pengatar………………………………………………………………………....iii
Daftra isi………………………………………………………………………….…..iv

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah………………………………………………………………1
Perumusan Masalah…………………………………………………………………...1
Tujuan Penelitian……………………………………………………………………...1

BAB II ISI
Deskripsi Lokasi Penelitian   …………………………………………………………2
Hasil Penelitian………………………………………………………………………..2

BAB III PENUTUP
Kesimpulan……………………………………………………………………………5
Saran ………………………………………………………………………………….5

Lampiran………………………………………………………………………………6
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………7

BAB I PENDAHULUAN

·         LATAR BELAKANG MASALAH
                Kematian merupakan salah satu hal yang pasti terjadi pada  manusia. Hal ini pula yang menyebabkan dinamika dalam lingkungan masyarakat.
               Hal itu pula yang mendasari mengapa kami memilih tema tentang kematian untuk dijadikan bahan penelitian kami.
               Lokasi yang kami pilih adalah kelurahan Susukan. Alasan mengapa kami memilih kelurahan susukan sebagai lokasi penelitian kami karna penduiduk Susukan yang cukup banyak sehingga kematian di kelurahan ini fluktuatif. Sehingga kami dapat meneliti kematian yang terjadi di kelurahan ini.


·         PERUMUSAN MASALAH
1.      Berapa jumlah kematian di kelurahan susukan pada tahun 2009-2013?
2.      Apa penyebab meningkatnya kematian?
3.      Bagaimana cara pemerintah dan masyarakat mengatasi jumlah kematian yang terlalu tinggi .?


·         TUJUAN PENELITIAN
1.      Mengetahui jumlah kematian di kelurahan Susukan
2.      Menjelaskan meningkatnya jumlah kematian
3.      Menjelaskan peran pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi jumlah kematian.



BAB II ISI
·         DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN:
Lokasi penelitian ini dilakukan di Kantor Kelurahan Susukan, Jakarta terletak di jalan H.Baping RT10 RW 6 kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta (Kode Pos 13750). Alasan memilih penelitian pada Kantor Kelurahan Susukan dikarenakan di daerah tersebut terdapat data jumlah kematian. Kelurahan Susukan memiliki luas wilayah 2,19 km2, terdiri dari 9785 keluarga (KK), 85 RT dan 7 RW
Batas-batas Kelurahan Susukan
Sebelah Utara              : Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Kelurahan Rambutan
Sebelah Barat              : Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cijantung
Sebelah Timur             : Jalan Centex, kelurahan Ciracas
Sebelah Selatan           :Jalan Ciracas Raya, Kelurahan Kelapa Dua Wetan

·         HASIL PENELITIAN

JUMLAH KEMATIAN DI KELURAHAN SUSUKAN PADA TAHUN 2009-2013

TAHUN
LAKI
PEREMPUAN
JUMLAH
2009
86
84
170
2010
94
84
178
2011
116
89
205
2012
98
88
186
2013
77
63
130
JUMLAH
869
Dari data diatas dapat diketahui bahwa :
1.      Jumlah kematian di kelurahan Susukan pada tahun 2009-2013 sebanyak 869 orang
2.      Jumlah kematian tertinggi terdapat pada tahun 2011 yang sebanyak 205 orang. Ini disebabkan banyak warga yang terkena berbagai macam penyakit serta bencana alam berupa banjir
3.      Jumlah kematian terendah terjadi pada tahun 2013 sebanyak 130 orang sebab fasilitas kesehatan sudah mulai termadai dengan dibantunya progam KJS (Kartu Jakarta Sehat)



Jumlah kematian sangat tinggi desebabkan banyak faktor diantaranya: 

1.      faktor ekonomi merupakan faktor utama penyebab tingginya angka kematian, karena dari faktor ini banyak menimbulkan kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, sehingga memicu terjadinya kriminalitas pembunuhan, dan juga orang stress yang menimbulkan stroke yang berujung pada kematian, bahkan bunuh diri.
2.      Faktor sosial seperti pengetahuan tentang kesehatan, gisi dan kesehatan lingkungan, kepercayaan, nilai-nilai, dan kemiskinan merupakan faktor individu dan keluarga, mempengaruhi mortalitas dalam masyarakat. Tingginya kematian Ibu merupakan cerminan dari ketidak tahuan masyarakat mengenai pentingnya perawatan Ibu hamil dan pencegahan terjadinya komplikasi kehamilan.
3.      faktor kesehatan
masih buruknya sarana dan prasarana kesehatan sehingga masih banyak terjadinya mall praktek oleh dokter, kesadaran kesehatan masyarakat yang rendah, angka kecukupan Gizi yang rendah, banyak penyakit yang memicu kematian misalnya penyakit menular, penyakit degeneratif
4.      faktor pergaulan
 pergaulan bebas menyebabkan banyaknya remaja-remaja hamil di luar nikah, yang memaksa mereka untuk menggugurkan kandungan/ aborsi
5.    Faktor lingkungan
Polusi dan kontak dengan bahan bahan yang merusak atau membawa penyakit, menjadi faktor penyebab kesehatan
6.      Faktor kecelakaan
                  Dinyatakan faktor penyebab kematian,bukan faktor resiko, tetapi untuk celakaan karena    kesalahan induvidu


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2012, telah meluncurkan berbagai program untuk mengurangi jumlah kematian yang tinggi diantaranya :

1. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular diantaranya : pengendalian
kualitas vaksin, melakukan koordinasi ke bawah dengan meningkatkan manajemen
program imunisasi, pengendalian surveilans integrasi AFP dan PD3I, pengendalian
survailans penyakit potensial KLB berbasis puskesmas, pengendalian survailans kematian
berbasis penyebab kematian, pengendalian penyakit potensial KLB berbasis survailans
Laboratorium.

2. Program penurunan angka kematian Ibu dan Bayi diantaranya : pembinaan dan fasilitasi
penatalaksanaan kesehaatan ibu bersalin, pembinaan dan fasilitasi pelayanan anternatal,
pembinaan dan fasilitasi penatalaksanaan kesehatan ibu nifas, pembinaan penguatan
sistem pelayaanan KB di Puskesmas, pembinaan program kesehatan anak, pembinaan
dan fasilitasi penatalaksanaan komplikasi kebidanan dan penatalaksanaan manajemen
program kesehatan Keluarga tingkat Provinsi.

3. Program Peningkatan Kesehatan Anak Balita diantaranya : upaya peningkatan pemberian
ASI Eksklusif,MP-ASI dan vitamin A.
4. Program Pengembangan Lingkungan Sehat diantaranya : Monitoring kawasan dilarang
merokok, monitoring wasan kualitas air.

5. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat diantaranya : penilaian
kinerja PHBS tingkat provinsi, promosi kesehatan melalui media cetak dan elektronik,
promosi kesehatan melalui PRJ dan pameran kesehatan lainnya, koordinasi dan
peningkatan kapasitas petugas Promkes, penyusunan petunjuk teknis Kelurahan siaga,
melakukan forum komunikasi penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak,
peningkatan kapasitas petugas kesehatan dalam pembinaan RW siaga dan Kelurahan
Siaga Aktif, pembinaan dan fasilitasi upaya peningkatan program UKS dan PKPR.  SLHD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012

6. Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular diantaranya : melakukan rekapitulasi data
registrasi Kanker.
7. Program Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan diantaranya : Training of Traner pembina
akreditasi rumah sakit, pembinaan pra akreditasi rumah sakit, pembinaan juklak dan juknis
pembinaan klinik Spesialis, melakukan survay kepuasan pelanggan eksternal, pengadaan
software system pelaporan sistem rumah sakit.

8. Program Pengawasan Obat dan Makanan diantaranya : pembinaan pengawasan sarana
farmasi dan perbekalan kesehatan, penyusunan profil makanan minuman, penyempurnaan
tatacara pemberian izin sarana farmasi dan perbekes, memfasilitasi dan monev pelayanan
kefarmasian.
9. Program Pengembangan Obat Asli Indonesia diantaranya : melakukan validasi data sarana
pengobatan tradisional.
10. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit diantaranya : pembangunan
Rumah Sakit Daerah di Jakarta Selatan.
11. Program Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat dintaranya : pada tahun 2012 telah
disiapkan layanan kesehatan dengan memberikan Jaminan Pelayanan Kesehatan bagi
keluarga miskin (JPK-Gakin) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), maka dengan
terpilihnya Gubernur baru telah dirubah bahwa semua warga telah dibebaskan dalam hal
pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit yang telah melaksanakan
kerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan meluncurkan Kartu Sehat.

12. Program Peningkatan Gizi Masyarakat diantaranya : peningkatan kualitas pemantauan
pertumbuhan, pelaksanaan gerakan balita sehat, pengembangan pelayanan perawatan gizi
buruk melalui pusat pemulihan, pemantauan status gizi.
BAB III KESIMPULAN

KESIMPULAN
·         Faktor yang menyebabkan kematian yaitu faktor ekonomi, sosial, kesehatan, pergaulan, lingkungan dan kecelakaan
·         Peran pemerintah dan masyarakat mengatasi jumlah kematian yang tinggi
1.      Pemerintah membujuk masyarakat agar sadar akan pentingnya kesehatan
2.      Pengobatan gratis
3.      Pemerintah meningkatkan mutu beras raskin yang di berikan kepada masyrakatnya
4.      Pemerintah lebih menjamin untuk kesehatan masyarakat
5.      Masyarakat lebih menjaga kebersihan lingkungan

SARAN
·         Kami harap pemerintah lebih peduli akan kesehatan masyarakatnya sebab kesehatan itu akan mempengaruhi kelangsungan kehidupannya
·         masyarakat ikut berpartisipasi dalam program kesehatan yang dijalankan oleh pemerintah












LAMPIRAN

Peta Kelurahan Susukan
http://www.asiatour.com/jakarta/map_image/kelurahan_susukan.gif




DAFTAR PUSTAKA
·         BUKU KEMATIAN KELURAHAN SUSUKAN TAHUN 2009, 2010, 2011, 2012
·         BUKU KEMATIAN KELURAHAN SUSUKAN TAHUN 2013
·         http://bplhd.jakarta.go.id/




Jumat, 17 Januari 2014

B.INDO LAPORAN HASIL OBSERVASI MENGENAI PANDA

“LAPORAN HASIL OBSERVASI MENGENAI PANDA”



 



Nama                   : NINGRUM HANDAYANI
Kelas          : X MATH.SAINS C / 29


 




SMA NEGERI 58 JAKARTA
Jl.Raya Ciracas Kelurahan Ciracas Kecamatan Ciracas
Kotamadya Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta
Tahun Ajaran 2013/2014


LAPORAN HASIL OBESRVASI “PANDA”

Hal yang diamati         : Panda
Waktu                         : 26 November 2013
Tujuan memilih tema   : Menjelaskan ciri-ciri, habitat dan kebiasaan hidup dari panda
Uraian                         :
           
            Panda adalah makhluk hidup yang berupa bintang yang tinggal di bumi. Panda ternyata digolongkan menjadi dua anggota yaitu Ailuropoda melanoleuca (Panda Besar) dan Ailurus fulgens (Panda Merah). Klasifikasi ilmiah dari panda dapat diketahui dari tabel berikut:

            KLASIFIKASI ILMIAH PANDA

Kerajaan
Filum
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Ailuropoda

Spesies
Ailuropoda melanoleuca (Panda Besar)
dan Ailurus fulgens (Panda Merah)








PANDA BESAR



            Panda Besar / Ailuropoda melanoleuca  diringkas Panda, adalah seekor mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang, Ursidae, yang hewan asli Tiongkok tengah. Panda Besar tinggal di wilayah pegunungan, seperti Sichuan dan Tibet.
            Panda besar  terkenal dengan ciri khas warna bulu mereka yang dominant hitam dan putih. Bagian kaki, bahu, telinga dan lingkar mata biasanya berwarna hitam. Sedangkan selebihnya berwarna putih. Panda Besar juga memiliki cakar yang ganjil, dengan "jempol" dan lima jari; "jempol" ini sebenarnya tulang-pergelangan tangan yang termodifikasi.
            Meskipun secara taksonomis panda besar adalah karnivora, makanannya seperti herbivora, sebagian besar tumbuh-tumbuhan, hampir hanya bambu saja. Secara teknis, seperti banyak hewan, panda adalah omnivora (Bisa disebut Karnivora, Omnivora, Herbivora), karena diketahui mereka juga makan telur, dan juga serangga selain bambu. Kedua makanan ini adalah sumber protein yang diperlukan. Telinganya bergerak-gerak saat mereka mengunyah.
            Selain itu, Saat musim dingin, panda besar berpindah ke tempat yang lebih rendah dan memiliki suhu yang lebih hangat. Saat musim panas, mereka akan kembali ke dataran tinggi yang lebih dingin.
            Masa kehamilan seekor panda mencapai 125 sampai 150 hari. Setelah itu panda betina akan melahirkan 1-2 ekor bayi panda. Bayi panda akan mulai membuka matanya pada usia 6-8 minggu. Anak panda akan mulai berjalan pada usia 3 bulan. Beratnya rata-rata mencapai 91-136 kg dengan tinggi sampai 1,8 m. Seekor panda betina hanya akan menjaga dan merawat satu anak saja. Jadi, jika dia mendapatkan lebih dari satu anak, dia akan merawat yang satunya saja dan kemudian membiarkan begitu saja anak yang lainnya. Ibu panda akan memberi makan salah satu anaknya selama 8-9 bulan pertama karena setelahnya anak tersebut sudah bisa mandiri, sementara anak lainnya harus bisa mengurus dirinya sendiri sejak awal atau mereka mati. Sehingga terkadang panda besar termasuk hewan terkejam.
PANDA MERAH



            Panda merah atau dalam nama ilmiahnya Ailurus fulgens adalah sejenis binatang menyusui di dalam ordo Carnivora. Sesuai namanya, Panda Merah memiliki bulu tebal berwarna merah kecoklatan dan berkaki hitam. Mukanya berbentuk bulat berwarna putih dengan garis merah kecoklatan dari mata ke mulutnya. Buntutnya panjang dengan duabelas cincin merah dan coklat-muda berselang-seling. Tapak kakinya ditutupi oleh bulu berwarna putih, yang berguna untuk menjaga kehangatan tubuh serta untuk berjalan di atas permukaan salju atau es.
            Klasifikasi taksonomi panda merah sudah lama menimbulkan kontroversi. Sebelumnya panda merah ditempatkan dalam suku keluarga beruang Ursidae karena mempunyai kesamaan dengan beruang panda, keduanya memiliki lima jari dengan ekstra jari di samping lima jarinya. Jari ekstra ini adalah tulang pergelangan tangan yang termodifikasi. Panda merah juga ditempatkan dalam suku tunggal Ailuridae. Namun sekarang spesies ini ditempatkan dalam suku Procyonidae, karena kemiripannya dengan spesies hewan dalam keluarga rakun. Panda merah merupakan satu-satunya spesies di subsuku Ailurinae dan genus tunggal Ailurus.
            Panda merah ukuran panjang tubuhnya hanya 79 hingga 112 cm, bandingkan dengan panda besar yang rata-rata 150 cm. Karenanya ia disebut juga panda kecil. Panjang ekornya 28 hingga 48,5 cm, lebih panjang dari panda besar yang hanya 16 cm. Beratnya antara 3 hingga 4,5 kg, jauh lebih ringan dari panda besar yang beratnya 125 kg.
            Panda merah hidup di hutan pegunungan dan hutan bambu pada ketinggian 1800 hingga 4000 meter di sepanjang lereng tenggara Himalaya. Lebih luas dari habitat panda biasa yang hanya terbatas di bagian kecil pegunungan Hsifan di Szechuan barat.
            Panda merah aktif pada waktu pagi dan senja. Di siang hari, mereka tidur dan beristirahat di dahan pohon. Di tanah, saat berlari, panda merah melengkungkan punggungnya dan mengangkat ekornya sementara mengarahkan tangannya ke dalam pada tiap langkah. Walaupun memiliki sistem pencernaan hewan karnivora, panda merah memiliki kebiasaan seperti hewan herbivora. Makanan utamanya adalah bambu, dan termasuk aneka buah, akar-akaran, rumput, beri dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Untuk tambahan gizi, panda merah juga memakan telur, anak burung, serangga dan hewan-hewan kecil.
            Walau panda merah dapat melompat hingga 1,5 meter, mereka menghindarinya karena mereka lebih suka memanjat. Ia sering berbaring di dahan pohon dan tidur disana. Panda merah jarang terlihat di habitat aslinya. Ia asosial dan hidup sendiri, namun kadang berpasangan. Bila ada bahaya mengancam, ia lari ke lubang di bebatuan atau memanjat pohon.
            Panda merah betina biasanya melahirkan dua ekor anak panda. Anak-anak panda ini buta waktu dilahirkan, dan mulai dapat melihat setelah berumur tiga minggu. Jantan dewasa tidak berperan dalam membesarkan anak panda. Panda merah jantan adalah hewan teritorial, mereka menandai daerahnya dengan menggesekan kantung hormon mereka di benda-benda yang terdapat di alam liar.
            Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan dan untuk diambil bulunya, serta daerah dan populasi dimana spesies ini ditemukan terbatas, panda merah dievaluasikan sebagai terancam Punah di dalam IUCN Red List.

DAFTAR PUSTAKA

WIKIPEDIA “Panda“                 
http://id.wikipedia.org/wiki/Panda
WIKIPEDIA  “Panda Merah”                http://id.wikipedia.org/wiki/Panda_Merah